PERNYATAAN SIKAP KELVIN YANSA Direktur Media Pers PT AMANAH TIMES GRUP

Saya selaku Direktur Media Pers PT AMANAH TIMES GRUP mengecam lemahnya perhatian dan pengawasan terhadap kondisi Sungai Moutong yang berdasarkan kondisi di lapangan terlihat mengalami penyusutan debit air hingga bagian sungai tampak dipenuhi pasir.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, terdapat dugaan adanya aktivitas pertambangan di bagian atas atau sekitar hulu sungai, baik yang legal maupun yang diduga tidak memiliki izin. Namun, status dan legalitas aktivitas tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan serta keterangan resmi dari instansi yang berwenang.

Kami mempertanyakan peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah daerah, serta aparat kepolisian dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan kondisi Sungai Moutong.

Kami meminta pemerintah dan aparat terkait untuk tidak tinggal diam. Perlu dilakukan pemeriksaan langsung ke lokasi, pengecekan legalitas kegiatan, pemeriksaan dokumen perizinan, serta kajian terhadap kemungkinan dampak aktivitas di bagian hulu terhadap kondisi sungai.

Jika memang ditemukan adanya kegiatan yang melanggar ketentuan, kami meminta agar dilakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan. Sebaliknya, apabila kegiatan tersebut ternyata memiliki izin, pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai izin yang dimiliki, kewajiban pengelolaan lingkungan, serta hasil pengawasan terhadap kegiatan tersebut.

PT AMANAH TIMES GRUP juga mendorong masyarakat untuk mendapatkan informasi yang transparan mengenai kondisi Sungai Moutong. Persoalan lingkungan seperti ini tidak boleh dibiarkan menjadi tanda tanya tanpa adanya pemeriksaan dan penjelasan resmi.

    Kelvin Yansa
Direktur Media Pers
PT AMANAH TIMES GRUP

Post a Comment

Previous Post Next Post