Donny Andretti,Ketua Umum FERADI WPI,Sosok yg Setia dalam Membela Anggotanya.Keras,Tegas,Berani, Nekad,tapi Lembut & Penyayang serta Mengandalkan TUHAN


Saya ingat waktu itu saya mengalami kekerasan di sebuah Club Malam, dan saya melaporkan ke Ketum saya Pak Adv. Donny Andretti, dia langsung datang, kami total ber 4, dan ada sekitar 40an orang yang hendak mengroyok kami, Ketum saya tidak mundur bahkan maju membela saya. Bangga saya sebagai anggota dan SekJend V FERADI WPI memiliki sosok ketum yang luar biasa Membela saya, Loyal kepada saya dan Keberanian Ketum Saya, tidak diragukan lagi, ujar Yoshua kepada rekan rekan wartawan.


Ketika itu saya mendampingi Ketum saya menolong seorang Nenek di Semarang dimana di kediaman nenek itu ditinggali segerombolan oknum preman, karena sengketa kepemilikan. Waktu itu kami ber 6, dan lawan ada sekitar 50 an orang datang mengepung kami, tak Gentar Ketum kami, dan Akhirnya perkara bisa di mediasi tanpa ada pertumpahan darah, ujar Markus kepada rekan rekan media.


Waktu itu saya membela klien saya yang unit mobilnya merek pajero di eksekusi liar oleh oknum DC dan saya sempat hampir dikeroyok. Esoknya ketum saya menyusul dari luar kota, langsung memproses hukum semua baik ke Propam untuk memproses oknum aparat yang diduga menjadi beking dan juga ke Kepolisian untuk memproses hukum dugaan perampasan liar mobil klien saya, Saya juga ingat waktu itu saya bersama ketum saya mendampingi klien seorang ibu yang diduga hendak dikriminalisasi di Konoha dimana ketika Di periksa dipaksa mengakui yang tidak tidak dan di bentak dan di pojokkan. Ketum saya langsung berdiri dia tegor keras dan tantang oknum konoha tersebut. Saya ingat kami hanya ber dua, di ruangan oknum konoha tersebut mereka ber delapan, wah saya kira habis ini kami akan di kroyok. Ternyata oknum konoha itu gentar dihardik ketum saya. Luar biasa ketum saya dalam membela klien totalitas dan berani dan tulus. Sungguh bangga saya memiliki Ketum Pak Adv. Donny Andretti, Ujar Arifin kepada rekan rekan media.


Saya ingat waktu itu saya menemani Ketum saya mendampingi seorang ibu yang unit mobilnya ditahan di Sebuah Polresta di KONOHA. Ibu tersebut atas nama di STNK dan dipersulit oleh oknum oknum di konoha dari pagi sampai sore tidak kunjung dikembalikan unit mobilnya. Dan tiba tiba oknum di konoha mendatangkan gerombolan banyak oknum oknum diduga Oknum DC yang semalam berusaha mengeksekusi liar mobil tersebut, ibu itu dibentak bentak dan di pojokkan. Saya lihat di depan mata kepala saya sendiri. Ketum saya marah dan menyampaikan dengan keras akan memproses hukum oknum di konoha yang diduga bermain ke Propam dan para oknum DC akan dilaporkan ke Polda Propinsi. Langsung tidak sampai 5 menit mobil dikembalikan ke Ibu atas nama di STNK oleh oknum konoha. Dan sempat nyaris dikeroyok ketum saya. Pemimpin gerombolan sempat head to head dengan paketum. Paketum benar benar tulus dalam membela klien demi keadilan dan kebenaran. Tanpa takut hilang nyawa. Ngeri ngeri sedap. Saya bangga bisa ikut menyertai dan memiliki ketum Pak Advokat Donny Andretti. Ujar Wilma kepada rekan rekan wartawan.


Waktu itu salah satu Advokat FERADI WPI mengalami Pembacokan, ketum langsung datang meski jarak beda propinsi dan menggerakkan pengurus untuk hadir dan membentuk tim advokasi untuk membela secara hukum anggota yang dibacok, Juga ada pengurus feradi wpi yang mengalami penculikan dan pengroyokan, Ketum juga langsung datang bahkan terjun langsung ikut mendampingi agar pengurus nya yang menjadi korban mendapat keadilan, saya ditunjuk jadi ketua Tim Advokasinya, saya bangga memiliki Ketum Pak Adv. Donny Andretti, Ujar Revan kepada rekan wartawan.


Saya berterimakasih Ketum saya membimbing saya sehingga sekarang ekonomi saya jauh lebih baik bahkan di FERADI WPI saya mendapatkan lapangan pekerjaan di bidang hukum. Beliau tulus dalam membimbing, Ujar Nano kepada Rekan media.


Saya menjadi Advokat berkat support, dorongan, bahkan saya di beasiswa penuh alias di Gratiskan PKPA, UPA, dan Sumpah Advokatnya oleh Ketum Donny Andretti. Saya sekarang Pengacara Praktek berkat Paketum Donny FERADI WPI. Ujar Eko kepada rekan wartawan


Saya diduga hendak dikiriminalisasi di konoha. Perkara perdata diduga mau dipaksakan menjadi pidana. Ketum langsung bentuk tim lawyer untuk dampingi saya dan bela saya. Serta kerahkan tim yang tergabung di Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia ( KAWAN JARI ) untuk ikut kawal perkara saya. Sungguh bangga saya dengan ketum saya. Beliau tulus dengan anggota dan pengurusnya. Ujar Dedy kepada rekan media.


Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral, kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Post a Comment

Previous Post Next Post