Kabur Saat ingin di Tangkap dua pelaku Akhirnya di Tembak.
Asahan,Jejak Kasus,New.id:Dua pelaku pembunuhan dan pembuangan jasad pengemudi taksi online yang ditemukan di parit perkebunan sawit perbatasan Dadi Mulyo dan Sidodadi, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dan di hadiahi timah panas karna berusaha melawan dan kabur saat ingin di lakukan penangkapan terhadap ke dua pelaku terduga pembunuhan.
Perjalanan ke dua pelaku yang buang seorang pria di perkebunan sawit di Kelurahan Dadimulyo Kisaran dengan kondisi terbukus dan meninggal dunia akhirnya di tangkap Tim Jatanras Polda Sumut dan Jatanras Polres Asahan.
Karna berusaha kabus saat ingin di lakukan penangkapan,akhirnya polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur,keduanya di tangkap di kawasan kota Binjai.
Kini keduanya di tahan di Polda Sumatera Utara,Jum'at (23/10/2026) malam.
Pristiwa ini berawal dari di temukannya mayat seorang pria di Perkebunan sawit PT.BSP Kisaran oleh warga setempat pada Kamis (22/10/2026) membuat geger masyarakat Kelurahan Dadimulyo kecamatan Kisaran Barat,Kabupaten Asahan ,Sumatera Utara.
Identitas jasad pria tanpa baju dengan kaki terbungkus karung yang ditemukan di parit kebun sawit Desa Dadimulyo, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terungkap. Korban diketahui merupakan Muhammad Imran, seorang pengemudi (driver) taksi online asal Kota Binjai.
Diduga Imran menjadi korban perampokan disertai pembunuhan sadis (begal). Pasalnya, mobil yang digunakan korban untuk beroperasi tidak ditemukan di lokasi kejadian, dan polisi hanya menemukan selembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di saku celana korban.
Suasana haru pecah saat adik korban, Niar Fitri, tak kuasa menahan air mata usai melihat kondisi jasad kakaknya melalui panggilan video (video call) dari Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran yang berada di kamar jenazah RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran.
Pihak keluarga tidak menyangka, hilangnya Imran selama dua hari terakhir berujung pada kabar duka memilukan di Kabupaten Asahan.
"Abang saya kerja sebagai driver online. Sudah dua hari tidak ada kabar dan kami sempat menyebarkan informasi kehilangan di media sosial beserta foto mobil yang dikendarai," ujar Niar Fitri saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Luka Tusuk di Dada dan Perut
Sebelumnya, jasad Muhammad Imran ditemukan terbujur kaku di parit area perkebunan kelapa sawit oleh warga setempat. Selain kedua kakinya terikat dan terbungkus karung, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka tusukan benda tajam di bagian dada dan perut.
Setelah Polisi dari Polres Asahan melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan,akhirnya Polisi menduga kuat bahwa Muhammad Imran merupakan korban perampokan disertai pembunuhan sadis (begal). Indikasi ini diperkuat dengan hilangnya mobil operasional milik korban, di mana petugas hanya menemukan selembar STNK di saku celana korban serta kabel jumper aki di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Penulis:Zass

