Dalam informasi yang beredar, terdapat narasi bahwa satu kepala keluarga (KK) terindikasi terkait aktivitas judi online sehingga seluruh anggota dalam satu KK dapat ikut terdampak dalam proses evaluasi penerima bantuan sosial.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya mengenai bagaimana pemerintah melakukan verifikasi terhadap keluarga penerima bansos yang memiliki anggota yang diduga atau terindikasi melakukan transaksi berkaitan dengan judi online.
Perlu ditegaskan, istilah “terindikasi” bukan berarti seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana judi online. Diperlukan proses verifikasi dan pemeriksaan berdasarkan data yang dimiliki lembaga berwenang sebelum seseorang dapat dinyatakan benar-benar terlibat.
Pemerintah selama ini melakukan pemutakhiran dan verifikasi data penerima bansos untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Di sisi lain, pemberantasan judi online terus menjadi perhatian pemerintah karena aktivitas tersebut dinilai dapat menimbulkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat maupun keluarga.
Masyarakat juga diimbau tidak langsung mempercayai atau menyebarkan identitas seseorang hanya berdasarkan daftar, tangkapan layar, maupun informasi yang beredar di media sosial.
Jika benar terdapat anggota keluarga yang terindikasi terkait judol, proses verifikasi tetap penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahan data yang dapat merugikan masyarakat yang sebenarnya berhak menerima bantuan.
Publik pun diharapkan menunggu informasi resmi dari lembaga pemerintah terkait mengenai mekanisme dan kriteria pemberian maupun evaluasi bansos terhadap keluarga yang memiliki anggota terindikasi judi online.
