Parigi Moutong, Sulawesi Tengah— Padatnya antrean kendaraan menjadi pemandangan di SPBU Ogomolos, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan hasil liputan di lapangan, puluhan masyarakat terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite. Tingginya jumlah kendaraan yang datang membuat stok Pertalite yang tersedia sebanyak sekitar 8 ton cepat tersalurkan.
Stok tersebut dilaporkan habis dalam waktu kurang lebih 9 jam. Kondisi itu membuat sejumlah masyarakat yang masih berada dalam antrean kecewa karena tidak kebagian BBM.
Teriakan masyarakat bahkan terdengar sekitar pukul 20.39 WITA, ketika antrean masih terjadi dan stok Pertalite telah habis.
Padatnya antrean menjadi salah satu faktor utama cepat habisnya stok BBM. Banyaknya masyarakat yang membutuhkan Pertalite membuat persediaan yang tersedia tidak mampu bertahan hingga malam hari.
Untuk mengantisipasi agar BBM dapat dinikmati lebih banyak masyarakat, pihak SPBU Ogomolos sebelumnya telah memberlakukan pembatasan pengisian bagi kendaraan roda empat, yakni maksimal sekitar Rp200 ribu setiap kendaraan.
Kebijakan tersebut dilakukan dengan tujuan agar distribusi BBM lebih merata.
“Biar sedikit-sedikit, yang penting masyarakat terbagi semua,” menjadi gambaran tujuan pembatasan pengisian yang diterapkan di SPBU tersebut.
Meski telah dilakukan pembatasan, tingginya antrean dan jumlah masyarakat yang membutuhkan BBM tetap membuat stok sekitar 8 ton Pertalite habis dalam waktu kurang lebih 10 jam.
Masyarakat berharap pasokan BBM di wilayah Kecamatan Mepanga dapat lebih mencukupi kebutuhan, terutama pada saat jumlah kendaraan yang mengantre mengalami peningkatan.
Hasil liputan lapangan Minggu, 6 September 2026.
Tags
Opini
